Kematian Akibat Rokok Vape Meningkat Di AS
Kesehatan

Kematian Akibat Rokok Vape Meningkat Di AS

Sekitar 12 orang di Amerika Serikat ( AS) diadukan wafat karena penyakit yang terkait dengan rokok elektrik, atau vape. Berita itu dikatakan Pusat Perlakuan serta Mencegah Penyakit (CDC), yang memberikan laporan 805 masalah masalah penyakit paru-paru dari penggunaan rokok elektrik itu.

Dalam pengakuannya seperti dikabarkan AFP Jumat (27/9/2019), CDC masih belum mengetahui kandungan apa dalam vape itu yang mengakibatkan korban wafat. Tetapi, sejumlah besar pasien akui mereka konsumsi rokok elektrik yang memiliki kandungan THC, bahan psikoaktif penting dalam ganja.

“Banyak pasien konsumsi yang memiliki kandungan THC serta nikotin. Ada pula yang akui menyedot rokok elektrik yang memiliki bahan cuma nikotin,” bahas CDC. Dikabarkan USA Today, tubuh kesehatan AS itu menginformasikan ada 530 masalah dengan tujuh korban wafat pada 17 September kemarin.

QQmega368 Situs Judi Bola Terbaik Dan Ternama Di Indonesia

Ledakan beberapa kasus penyakit paru-paru yang terkena berlangsung dengan sangkaan, mereka beli isi dari vape itu di pasar gelap. CDC mengatakan jika ke-12 korban wafat datang dari 10 negara sisi AS. Diantaranya berlangsung California sampai Florida. Selanjutnya 805 masalah yang diadukan selama ini datang dari 46 negara sisi, dan satu di Kepulauan Virgin yang disebut teritori AS.

Penyakit sebab vape umumnya terkena oleh pria, dengan dua pertiga korban berumur 18-34 tahun. Selanjutnya 16 % berusia dibawah 18 tahun. Beberapa aktor industri tembakau berupaya hentikan larangan pemerintah yang mereka ucap meneror hari esok usaha mereka. Dalam tiga minggu paling akhir, India serta Negara Sisi Massachusetts melarang peredaran vape.

Mengenai kota seperti New York melarang penjualan cairan rasa. Gagasannya, pemerintahan Presiden Donald Trump merencanakan untuk melarang semua produk tembakau dengan rasa pada Oktober akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *