Kemenag Masalah Merdeka Belajar Kemendikbud: Kami Telah Lebih Dulu
Pendidikan

Kemenag Masalah Merdeka Belajar Kemendikbud: Kami Telah Lebih Dulu

Kementerian Agama (Kemenag) mengklaim sudah jalankan ide evaluasi yang tidak mengekang guru serta siswa sebelum digembar-gemborkan Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melalui program Merdeka Belajar.

Direktur Kurikulum Fasilitas Prasarana Kesiswaan serta Kelembagaan Madrasah Kemenag, Ahmad Umar, mengemukakan ide itu sudah diaplikasikan di semua madrasah semenjak tahun ajaran 2018/2019.

“Kita jauh telah lebih dini, tetapi kita kan tidak ada berita viral sebab kemungkinan saya cuma seorang direktur kan, selanjutnya saat itu kita tidak mikir publikasi, masih persiapan. Karena itu saat beliau (Nadiem) sebutkan Merdeka Belajar, kami telah lebih dulu,” kata Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (7/1).

Umar menerangkan jika madrasah masih menginduk pada kurikulum dari pusat. Tetapi, waktu pekerjaan belajar mengajar, madrasah serta guru diberi keleluasaan untuk menempa siswa.

Baca juga : 20 Mobil Terlaris: Avanza Pertama, Xpander Ketiga

Ia memberikan contoh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tahfidh Yanbu’ul Qur’an di Kudus, Jawa Tengah. Madrasah itu memprioritaskan program hafalan Alquran atau Tahfidzul Quran dibandingkan pelajaran biasa yang lain.

“Kita tidak dapat harus begini-begini. Jadi Tahfidzul Quran porsinya cukup banyak, tetapi lainnya masih di ajarkan, durasinya kemungkinan berlainan, waktunya,” sebut ia.

Lalu masalah Ujian Nasional ditukar asesmen, Umar mengklaim Kementerian Agama telah terlebih dulu lakukan itu daripada Kemendikbud. Kemenag sudah melepaskan bentuk ujian kelulusan untuk dua dari lima mata pelajaran harus, yaitu bahasa Arab serta Akidah Akhlak.

Ujian serta standard kelulusan dua mata pelajaran itu dikembalikan ke madrasah. Itu dikerjakan karena guru lebih tahu kompetensi akidah, akhlak, serta beribadah siswa. “Guru jangan dikekang, tidak bisa diikat sekeras-kerasnya. Mereka memiliki kelenturan untuk mengurus kurikulum, masih diberi, tetapi dengan mode masinh-masing,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *